Metode

Kebutuhan anak untuk mendapatkan lingkungan yang terbaik, adalah kewajiban kita sebagai orang tua untuk memenuhinya. Anak sebagai anugerah dari Allah SWT membutuhkan perhatian, perawatan, dan pengasuhan yang tepat.

Himawari Day Care menawarkan pengasuhan anak yang berbasis metode pengasuhan Jepang dalam membentuk karakter anak yang ceria, cerdas, dan mandiri, sebagaimana yang menjadi karakter bangsa Jepang pada umumnya. Di atas semua karakter itu, anak akan dididik mengenal siapa Tuhannya, siapa Nabinya, dan bagaimana hidup dalam naungan Islam. Metode pengasuhan Jepang dan pendidikan keIslaman ini yang menjadi nafas dalam keseharian di Himawari Day Care.

“Dengan pujian dan bukan kemarahan,” adalah istilah yang dipakai dalam pengasuhan anak di Jepang. Ini adalah satu dari sekian banyak kunci sukses Jepang dalam mengasuh dan mendidik anak. Anak yang tumbuh kembang dalam suasana ceria dan bahagia, akan menjadi pribadi yang positif dan selalu ceria.

Membangun rasa ingin tahu, dengan menciptakan suasana aktif belajar dari alam, dari masyarakat sekitar, dari buku, dari eksperimen, dan lain-lain, adalah salah satu cara orang Jepang menjadi bangsa yang cerdas. Kecerdasan ini berasal dari rasa ingin tahu yang tinggi. Uniknya, usia pra sekolah di Jepang tidak memaksakan anak untuk belajar membaca dan berhitung. Orang dewasa menstimulasi rasa ingin tahu anak, melalui suasana belajar, sehingga anak memiliki keinginan dari dirinya sendiri untuk menjadi orang yang berpengetahuan. Metode ini membentuk anak yang cerdas.

“Kerjakan sendiri urusanmu,” adalah kalimat yang membentuk karakter orang Jepang yang mandiri. Tidak diharamkan meminta tolong, tapi ketika meminta tolong, anak dibuat sadar bahwa ia harus berterima kasih kepada orang lain yang telah melakukan kebaikan untuk urusan dirinya. Anak dilatih untuk melakukan sendiri urusannya, mulai dari hal-hal kecil sesuai kemampuannya. Misalkan, selesai makan agar mengangkat sendiri piring ke tempat yang sudah ditentukan, mengangkat dan merapikan kembali meja dan kursi makannya. Kemandirian ini membentuk rasa tanggung jawab.

Foto bersama

Himawari Day Care melakukan kerjasama dengan Kyourei Hoikuen, sebuah Day Care di Tokyo, Jepang. Tanggal 13-19 Mei 2016, Ibu Gita, sebagai ketua Yayasan PERAK di mana Himawari Day Care bernaung, menjalani pelatihan di Kyourei Hoikuen, Tokyo, Jepang. Konsep pengasuhan dan pendidikan di Kyourei Hoikuen telah teruji keberhasilannya sejak tahun 1980-an. Kurikulum yang hebat ini yang akan dibawakan juga di dalam Himawari Day Care, ditambah dengan sentuhan Islami.

Sentuhan Islami diberikan dalam percakapan sehari-hari, seperti misalnya mengingatkan anak tentang rasa syukur kepada Allah, sebagai alasan kenapa kita harus selalu berdoa dan beribadah. Hafalan Al Quran juz 30 (juz ‘amma) diberikan secara bertahap sesuai perkembangan usia anak di waktu-waktu yang efektif. Sholat berjamaah di awal waktu bersama-sama dengan pengasuh, dilakukan agar terbangun suasana keindahan beribadah dalam hati anak. Karakter Islami dibangun melalui latihan ibadah keseharian, dan obrolan keseharian yang membangun pemahaman anak bahwa dirinya adalah hamba Allah.

Konsep dan metode pengasuhan Jepang, dipadukan dengan nilai-nilai Islam, adalah konsep yang ditawarkan di Himawari Day Care. Himawari Day Care berkomitmen tinggi dalam membentuk generasi muslim Indonesia yang ceria, cerdas, dan mandiri.

Berikut ini adalah salah satu contoh metode yang akan diterapkan di Himawari Day Care, yaitu mendidik melalui cerita. Sebuah video yang diambil ketika Ibu Gita ke Jepang mengikuti pelatihan di Kyourei Day Care. https://youtu.be/F_m4k1ZgfL4

* Kurikulum Islami dengan metode Jepang
– Mainan edukatif dan bermutu dari Jepang
– Kurikulum yang menstimulasi semua kecerdasan anak berdasarkan segmen usia
– Pembentukan karakter anak
– Jam belajar sehari 1 kali (usia 0 – 2 tahun) dan sehari 2 kali (usia 3- 6 tahun)
– Praktek sholat dan doa setiap hari
– Program outdoor seperti: jalan-jalan pagi, farming, taman lalu lintas setiap hari

* Pencatatan Tumbuh Kembang Anak:
– buku absensi diadopsi dari buku absensi TK di Jepang
– buku penghubung orang tua dan guru (melaporkan kondisi anak di rumah dan di sekolah melalui tulisan)
– Catatan hasil pemeriksaan dokter anak, dokter gigi dan psikolog yang rutin 3 bulan sekali.

* Karakter yang akan dibentuk:
– Mampu berpikir kritis
– Giat beribadah dengan berpedoman kepada Islam (Al Quran dan As Sunnah)
– Rapi mengurus diri sendiri
– Makan dengan tertib
– Lentur motorik kasar
– Terampil motorik halus
– Mau mendengarkan orang lain dan dapat berbicara dengan sopan
– Suka membaca dan menulis
– Memiliki minat yang tinggi terhadap berhitung
– Menyukai permainan berkelompok yang memiliki aturan main
– Menyanyikan lagu-lagu Indonesia yang menyenangkan
– Sopan santun
– Adversity Quotient (kecerdasan dalam menghadapi kesulitan)
– Kesadaran sebagai anggota masyarakat, sehingga tertib aturan
– Menghargai barang milik orang lain
– Jujur
– Bertanggung jawab

*Di akhir tahun ajaran bagi anak yang akan melanjutkan ke SD, Himawari Day Care menyiapkan sertifikat yang akan menerangkan ketrampilan apa saja yang sudah dikuasai anak yang bersangkutan.

 

Tautan-tautan berikut mengulas lebih lanjut beberapa metode yang diterapkan di Himawari Day Care :