{"id":514,"date":"2016-09-11T08:54:55","date_gmt":"2016-09-11T01:54:55","guid":{"rendered":"http:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/?page_id=514"},"modified":"2017-08-12T15:16:49","modified_gmt":"2017-08-12T08:16:49","slug":"training-membacakan-cerita-kepada-anak","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/training-membacakan-cerita-kepada-anak\/","title":{"rendered":"Read Aloud"},"content":{"rendered":"<div class=\"_li _31e\">\n<p id=\"pagelet_bluebar\" data-referrer=\"pagelet_bluebar\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-517\" src=\"http:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_1713-300x225.jpg\" alt=\"img_1713\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_1713-300x225.jpg 300w, https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_1713-768x576.jpg 768w, https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_1713-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/IMG_1713.jpg 1984w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<div id=\"mainContainer\">\n<div id=\"contentCol\" class=\"clearfix hasRightCol\">\n<div id=\"contentArea\">\n<div id=\"pagelet_timeline_main_column\" class=\"_5h60\" data-referrer=\"pagelet_timeline_main_column\" data-gt=\"{&quot;profile_owner&quot;:&quot;100000331665818&quot;,&quot;ref&quot;:&quot;timeline:timeline&quot;}\">\n<div id=\"pagelet_main_column_personal\" class=\"_5h60\" data-referrer=\"pagelet_main_column_personal_timeline\">\n<div id=\"timeline_tab_content\">\n<div id=\"pagelet_timeline_recent\" class=\"_5h60 fbTimelineTimePeriod\" data-referrer=\"pagelet_timeline_recent\">\n<div id=\"u_jsonp_7_h\" class=\"fbTimelineSection fbTimelineCompactSection fbTimelineSectionTransparent\">\n<div id=\"u_jsonp_7_g\" class=\"fbTimelineCapsule clearfix\" data-referrer=\"pagelet_timeline_recent_ocm\" data-start=\"1472511314\" data-end=\"1475305199\">\n<div id=\"recent_capsule_container\" class=\"_5nb8\" data-referrer=\"recent_capsule_container\"><\/div>\n<div class=\"_1vc-\">\n<h4>Presentasi Read Aloud di Himawari Day Care oleh Ibu Dina dari Komunitas Reading Bugs, Sabtu 10 September 2016.<\/h4>\n<h4>Diikuti oleh para guru di <a class=\"_2u0z\" href=\"https:\/\/www.facebook.com\/himawari.daycare.admin\" data-hovercard=\"\/ajax\/hovercard\/user.php?id=100012362792421\">Himawari Daycare<\/a>.<\/h4>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"_4-hy uiLayer _3qw\">\n<div data-reactroot=\"\">\n<div class=\"_5g03\">\n<div class=\"_4lmi _t04\" data-reactroot=\"\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\"><span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span>, diartikan ke dalam bahasa Indonesia oleh Kementrian Pendidikan Nasional (Diknas) menjadi Membaca Bersuara.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\"><span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> bermakna: aktifitas sederhana dimana pengasuh\/pendidik membacakan berbagai jenis teks\/buku.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Kenapa anak perlu dibacakan buku?<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">1. Karena membacakan dengan bersuara itu sangat sesuai dengan tahapan perkembangan anak.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Karena urutan perkembangan anak adalah: mendengar, berbicara, membaca, dan kemudian menulis.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u201cBila seorang anak tidak pernah mendengar suatu kata, maka dia tidak akan mengucapkan kata itu. Dan bila dia tidak pernah mendengar dan menyebutkan kata tertentu, maka akan sulit buat dia membaca dan kemudian menuliskannya.\u201d (Jim Trealese, penulis buku <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud Handbook<\/span>)<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Contoh sederhana, jika ia pernah mengucapkan ayam, kemudian dia pernah melihat tulisan ayam, maka dia akan cari di mana lagi ada tulisan ayam, dan di jalan ketika ia melihat tulisan Ayam Goreng, dia akan menunjuk sambil teriak <span class=\"_5yi-\">AYAM!<\/span> meski dia tidak tahu ayam itu terdiri atas alfabet <span class=\"_5yi- _5yi_\">a y a<\/span> dan <span class=\"_5yi- _5yi_\">m<\/span>.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Sebetulnya, kalau pun orang tuanya pendiam, maka dengan membacakan cerita, itu tidak akan membuatnya kehabisan kata.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Banyak membaca akan membuat seseorang mudah untuk menulis. Apa yang ia baca itu tersimpan di otaknya, dan akan keluar dengan mengalir ketika ia menulis cerita.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Hasil tulisan antara anak yang suka baca dengan anak yang tidak suka baca, akan jauh berbeda kualitas tulisannya. Meski mungkin sama-sama hasilnya satu halaman, tapi kualitas tulisannya berbeda.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">2. Keberhasilan akademis anak di masa depan dipengaruhi oleh seberapa banyak kosa kata ia dengar sebelum usia 2 tahun.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Riset di Amerika tahun 1996, \u201cKeberhasilan akademis anak di masa depan, sangat dipengaruhi dari seberapa banyak kosa kata yang ia dengar sebelum usia 2 tahun\u201d<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Semakin banyak kosa kata yang dia ketahui sebelum usia 2 tahun, ia akan lebih mudah belajar, dan lebih siap untuk masuk sekolah. Jika ia ingin membanjiri anak dengan kosa kata sebelum usia 2 tahun, maka bacakan banyak buku.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">3. Otak bayi jauh lebih sibuk dari otak orang dewasa, bahkan ketika ia diam dan tidak melakukan apa-apa, tapi matanya bergerak memperhatikan, maka ia sedang melakukan stimulasi.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Stimulasi yang tepat, akan membuat syaraf-syaraf otaknya bergerombol membentuk ikatan-ikatan.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ternyata, otak menjadi tidur ketika anak dihadapkan pada layar (gadget, tab, HP, TV, laptop). Maka bisa kita katakan bahwa layar itu HARAM untuk anak di bawah usia 2 tahun. Pada otak usia sebelum 2 tahun itu berkembang sangat pesat, dan usia 2 tahun tidak bisa diulang, hanya sekali saja.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">4. <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> untuk anak di bawah usia 2 tahun, menstimulasi otak dengan mengakomodir semua panca indra.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Stimulasi di bawah usia 2 tahun harus menyeluruh, semua panca indera.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Tahun 2003 berkumpul para psikolog anak, dokter anak, dan dokter syaraf, menyimpulkan bahwa Read Aloud menstimulasi otak anak, dengan mengakomodir hampir semua indera, yaitu pendengaran, penglihatan, peraba, dan penciuman.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ketika kita bacakan sesuatu kepada bayi, maka itu akan skin to skin, itu indera peraba. Kemudian penciuman, karena setiap ibu mempunyai bau yang khas yang anak itu hafal bau ibunya, dan baiknya bu jangan sering-sering ganti parfum. Penglihatan dan pendengaran juga terstimulasi, dengan kegiatan yang sederhana, yaitu membacakan cerita. Jadi tidak perlu heboh dengan segala permainan mahal yang mengatakan bisa menstimulasi otak.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak sudah bisa mendengar dengan baik di kandungan pada trisemester kedua, kandungan 7 bulan. Jadi, bacakan banyak2 buku yang kita suka. Sebenarnya anak bukan karena mengerti isi bukunya, tapi karena dengan membaca buku si ibu merasakan kenyamanan, lalu berefek pada detak jantung yang teratur, dan anak akan merasa nyaman dan tenang, lalu dan dia mendengar suara ibunya. Itu koneksi kenapa anak yang rajin dibacakan buku sejak di dalam kandungan lebih mudah ditenangkan.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ada seorang ayah yang rutin membacakan buku ke anak yang masih di kandungan. Ketika anak itu sudah lahir dan menangis, ayah membacakan kembali cerita itu, anak tidak menangis.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ada surat-surat tertentu di Al Quran yang membuat anak merasa tenang, dan bagus untuk dibacakan ketika di kandungan, salah satunya adalah surat Ar Rohman. Dari segi ilmu tentang membaca, anak usia di bawah 2 tahun, anak senang dibacakan dengan ritmis, yaitu ada rima nya, berulang-ulang, dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Membaca adalah suatu keterampilan, bukan kemampuan. Kemampuan itu sesuatu yang datang dari sananya (given), sedangkan keterampilan adalah sesuatu yang bisa diasah. Bila tidak terbiasa membaca, maka harus dilatih sedikit demi sedikit. Otot mata untuk membaca juga perlu dilatih.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">5. <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> itu bukan sekedar membanjiri anak dengan kosa kata, tapi juga membanjiri dengan konsep, yang menjadi pengetahuan latar.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Tidak sekedar kosa kata yang tanpa makna. Kosa kata itu kan berupa konsep pengetahuan. Misalnya kalimat: <span class=\"_5yi- _5yi_\">bebek itu bisa warna kuning dan bisa juga putih<\/span>. Jadi ketika dibacakan cerita, anak sekaligus belajar tentang konsep. Kelelawar, itu terbagi dua, ada yang memakan buah, disebut codot, dan ada yang memakan binatang, disebut kampret. Kelelawar itu nama keluarga besar. Itu saja sudah memberikan pengetahuan latar. Meski anak belum banyak bersekolah, ia sudah punya banyak pengetahuan latar. Kita bisa memberikan pengetahuan yang lebih pas kepada anak, tidak general, sehingga anak punya pengetahuan yang lebih banyak dari teman-temannya. Anak yang mempunyai lebih banyak pengetahuan latar, ia lebih siap bersekolah.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">6. Menjadikan anak mempunyai ketrampilan menyimak.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ketrampilan menyimak itu menjadi tantangan di abad 21 di Indonesia, karena rata-rata anak di Indonesia punya kemampuan konsesntrasi di bawah 2 menit.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak Indonesia menempati ranking 4 terendah dari negara-negara di dunia, dan bahkan terendah di negara Asia, dalam ketrampilan menyimak. Anak usia 5 tahun harusnya bisa duduk tenang antara 15-20 menit. Memang batasan masimal belajar semua manusia adalah 30-45 menit. Jika anak duduk 15 menit saja tidak bisa, bagaimana dia bisa belajarnya. Di Jepang itu bisa, tapi di Indonesia sulit.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">7. Menjadikan rentang konsentrasi lebih panjang<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Di Jepang, anak-anak bisa anteng duduk lama-lama belajar karena sudah terbiasa dibacakan buku sejak kecil. Di Indonesia, anak baru mengenal buku setelah masuk sekolah, khususnya di daerah-daerah. Akhirnya, perlu usaha lebih, karena sudah berapa tahun waktu terbuang untuk latihan menyimak, rentang konsentrasinya, dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\"><span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> bisa menjadi terapi bagi anak yang tidak bisa berlama-lama konsentrasi belajar. Pertama dibacakan cerita bisa jadi hanya baru dibacakan judul saja sudah kabur, tidak apa2 karena memang jatahnya dia baru segitu. Besoknya dibacakan lagi, dua halaman, dan seterusnya ditambah secara bertahap. Kerjakan terus menerus, terutama oleh orang tuanya.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak yang sering dibacakan buku, ia punya banyak banyak konsep pengetahuan latar, punya ketrampilan menyimak, dan punya rentang konsentrasi yang lebih baik, sehingga ia lebih siap bersekolah.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Sedangkan di Indonesia, yang dianggap siap sekolah itu diartikan dengan kemampuan baca. Anak yang belum bisa membaca, dikatakan belum siap sekolah. Padahal di negara-negara lain hal ini sudah diteliti, tapi di Indonesia belum, yaitu penelitian bahwa tidak ada jaminan bahwa semakin muda usia anak bisa membaca, semakin sukses hidupnya.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Yang ada adalah: ketika anak dipaksa membaca, maka membekasnya seumur hidup.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Jadi, kadang-kadang anak yang tidak suka baca itu, bukan hanya karena ia tidak pernah dikenali buku, tidak pernah dibacakan cerita, tapi bisa jadi saat belajar baca pertama kalinya, tidak menyenangkan\u2026<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Pernah Bu Dina tapping acara radio, penyiarnya masih ingat bagaimana dulu dia dicubit oleh gurunya saat ia salah membaca. Padahal penyiar itu sudah usia 30 tahun, tapi ia masih terus ingat kejadian itu. Bekas yang tidak menyenangkan itu panjang, sehingga ia selalu mengasosiakan kegiatan membaca dengan kejadian tidak menyenangkan itu.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak yang diajarkan membaca sebelum umur 5 tahun, dia akan berhenti baca di usia 9 tahun. Rata-rata seperti itu. Apalagi dengan gadget sekarang, gak usah nunggu sampai umur 9 tahun, anak tidak suka baca.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Awal tahun 2015, Dubes Finlandia menyebutkan bahwa kesuksesan pendidikan di Finlandia, karena anak dilarang diajarkan membaca sebelum usia 7 tahun. Itu ada Undang-Undang. Anak-anak bermain, dibacakan cerita, eksplorasi. Barulah di usia 7 tahun, di kelas 1, barulah diajarkan membaca secara terstruktur. Bukan berarti tidak boleh diajarkan membaca, tapi tidak menjadi target orang tua yang sebelum 7 tahun sudah bisa baca.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Bandingkan dengan orang Indonesia, yang status twitternya \u201canakku usia 3 tahun sudah bisa baca dong..\u201d Karena itu tidak menjamin kemauan dia membaca di usia selanjutnya dan kelancaran studinya. Tidak ada jaminan.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Bu Dina pernah tanya ke psikolog, sebetulnya anak-anak yang baru mulai belajar membaca di usia 7 tahun, susah gak sih?\u201d Jawabnya, \u201cKan anak itu siap. Ketika anak siap sekolah, siap belajar, guru kasih apa pun, ia akan siap menerimanya, tidak ada kata terlambat.\u201d<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Flash card nya Glenn Doman itu sebenarnya terapi otak untuk yang sudah cacat otaknya, bukan untuk anak sehat. Tapi akhirnya orang-orang bergeser penggunaannya, dengan berpikiran, \u201cotak rusak saja bisa diperbaiki, apalagi otak anak sehat.\u201d<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Mayoritas pakar pendidikan tidak merekomendasikan memakai metode flash card nya Glen Doman. Bahkan Senat di Amerika mengendorse Diknas Amerika dengan mengatakan, \u201cSatu-satunya cara yang menjamin kesuksesan belajar anak di masa mendatang adalah membacakan cerita.\u201d<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">8. Membacakan cerita mempunyai keuntungan sosial, karena semakin mudah berkomunikasi.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\"><span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> adalah menabung kosa kata.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ini sejalan dengan teori pengasuhannya Ibu Elly Risman. \u201cAnak yang mampu mengutarakan apa yang dia rasa dan apa yang dia pikir, secara emosi dia akan lebih stabil dibandingkan anak yang tidak mengutarakan apa yang dia rasa dan dia pikir.\u201d<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak yang emosinya sedang berlebih, maka kita ajarkan anak menamakan perasaan. Kita kasih nama dulu apa perasaannya, bukan kita tanya kenapa dia menangis. Kita bilang, \u201ckakak bosen ya?\u201d Jadi dia tahu apa nama perasaannya itu. Ketika ia mulai lancar ngomong, kita pegang tangannya, dia bisa jawab ketika kita tanya, kakak kenapa\u2026 \u201caku kesel!\u201d Kita juga harus bisa membedakan kesel, jengkel, marah. Kesel itu terganggu. Jengkel itu lebih naik lagi. Dan marah itu puncak emosinya. Beda kondisi beda nama. Ketika dia bisa ngomong, mengutarakan perasaannya, maka tidak akan bermain fisik, mukul, mendorong, dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak yang punya kosa kata yang banyak, akan membantu mengendalikan diri. Kalau tidak punya kosa kata, ia akan repot mengendalikan emosi. Kita sebagai pengasuh, pinjam kata-katanya dari buku. Ternyata penyataan emosi ada banyak, ada marah, kesel, sedih, jengkel, dll. Buku-buku yang bagus, tidak hanya omongin marahnya saja, tapi juga ada solusinya.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Di day care ada anak yang suka merebut mainan temannya. Itu harus diajarkan untuk bilang, \u201cpinjam.\u201d Setiap kali anak itu mendekati anak lain, maka pengasuh segera mendekati sambil mengajarkan konsep pinjam.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Bila di day care ada diajarkan konsep pinjam, maka di rumah juga supaya orang tua mengajarkan konsep pinjam, sehingga terus berkesinambungan. Day care adalah perpanjangan tangan orang tua. Pagi sampai sore dibacakan buku di day care, dan di rumah dibacakan oleh orang tua.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">9. Bonding (kelekatan dengan orang tua)<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak yang sering dibacakan buku oleh orang tuanya, ia akan semakin lekat dengan orang tuanya, dan sangat menjaga perasaan orang tuanya. Dia tidak mau melakukan hal-hal yang akan membuat orang tuanya sedih. Dia juga akan selalu mengingat orang tuanya ketika ia melakukan apa pun.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Bonding itu dibangun dengan waktu.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ketika membacakan cerita, kita pangku. Jadi orang tua itu rugi, kalau ia punya anak, tapi tidak dibacakan cerita.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Bu Dina punya anak 4 orang, lalu bagaimana cara bagi waktu untuk membacakan ceritanya? Itu bisa sepanjang waktu, gak mesti nunggu anak mau tidur. Waktu yang baik untuk membacakan cerita ke anak adalah, tunggu mood anak bagus, sudah makan, sudah mandi.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Di day care, kesempatan seperti itu banyak. Di rumah, mungkin anak sudah tidak mood lagi. Tapi ada orang tua yang tetap konsisten membacakan buku untuk anaknya, ada yang membacakan setelah sholat subuh, ada yang sepulang kantor, semata-mata ia merasa itu adalah hutangnya ke anaknya. Kalau anak sudah ngantuk, jangan dibacakan cerita, malah bikin anak bete. Lakukan kegiatan-kegiatan yang cooling down, misalnya nyanyi, minum susu, dll. Anak sedang bete, tantrum, tidak usah dibacakan cerita.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Buat reading time dan spot khusus baca. Ada 1 sofa yang nyaman, yang anak dipangku di sana, khusus untuk membaca. Bagusnya membacakan cerita untuk anak itu one on one (satu anak dibacakan oleh satu orang). Untuk usia 4 \u2013 5 tahun bisa dibacakan beramai-ramai. Sebenarnya yang bisa dibacakan berkelompok itu usia SD.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">10. Menjadi pembaca sepanjang hayat<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Membacakan buku ke anak tidak ada istilah terlambat. Meski anak kita sudah bisa membaca, tetap bacakan buku. Karena anak akan senang bila orang tua meluangkan waktu untuknya dengan cara membacakan buku.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ada guru SMP di Sekolah Alam Cikeas, yang rutin membacakan buku di depan murid-muridnya, meski ia sebenarnya guru Matematika. Ternyata ia menjadi guru yang ditunggu-tunggu oleh murid-muridnya.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Diknas sebenarnya juga sudah mensosialisasikan ke guru-guru sekolah negri, untuk memulai pelajaran dengan membacakan buku selama 15 menit. Yang dibacakan tidak harus buku, tapi bisa juga artikel apa saja, apakah itu dari koran, ilmu pengetahuan, dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ada seorang dosen, Ibu Sofie Dewayani, yang selalu membuka kuliahnya dengan membacakan sesuatu untuk mahasiswanya. Beliau S1 di ITB, tapi S2 S3 nya mengambil spesialisasi di Amerika tentang Bacaan Anak.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Di Indonesia tidak ada penelitian kata-kata apa yang harus diajarkan ke anak usia tertentu. Kalau di Amerika, level 1 untuk kelas 1, ditentukan kosa kata apa saja yang boleh tercantum ke buku anak. Di Indonesia tidak ada pengaturan seperti itu.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Di Indonesia ada istilah pemerolehan bahasa, yaitu ada huruf-huruf yang belum perlu diajarkan pada usia 3 &#8211; 4 tahun, karena huruf-huruf itu tidak perlu kenal, karena juga sebetulnya belum terlalu penting dan ia tidak bisa mengucapkannya. Anak usia 3 tahun, tidak perlu kenal kata-kata yang ada huruf Y X Z, karena mengucapkannya saja tidak bisa. Kalau kita kasih kata-kata seperti itu, ia akan frustasi, karena mengucapkannya saja tidak bisa. Tapi hal ini belum disosialisasikan secara luas.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Tahapan <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span> ada tiga, dan itu saling berkaitan satu sama lainnya.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">1. Sebelum <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span>:<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Pilih bacaan yang <span class=\"_we\">baik<\/span><\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Pra baca dan baca ulang buku yg dipilih, siapkan pengetahuan tentang hal-hal yang akan dibacakan ke anak, sehingga bisa menjelaskan dengan benar kosa kata baru bagi anak, yang bermuatan konsep. Seperti misalnya, apa beda kodok dengan katak, dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Rencanakan aktifitas lanjutan yang memperdalam pemahaman (bila memungkinkan)<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Buku yang baik adalah:<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Sesuai minat dan kebutuhan anak<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Pembaca menyukai<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Ilustrasi bagus<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Pilihan kata bagus; sedikit lbh sulit tidak masalah<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Tidak terlalu banyak percakapan<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Buku untuk usia 12-18 bulan<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku berima : puisi atau lagu misalnya<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku label : ttg anggota tubuh, ukuran, object.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku tentang kegiatan yg biasa dilakukan, konsep ruang<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku yang ada pertanyaan, pengulangan<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku dengan alur sederhana tapi tokohnya kuat dan ada penyelesaian<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Buku untuk usia 18-24 bulan<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku ttg emosi<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">&#8211; buku yg lebih panjang ceritanya<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">2. Saat <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span><\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Atur tempo\/<span class=\"_5yi_\">pace<\/span> dan intonasi membaca. Tidak apa-apa tidak bisa menirukan suara harimau, beruang, dll. Kalau bisa menirukan memang bagus, tapi kalau tidak bisa ya tidak apa-apa, yang penting diatur ritme\/tempo dan intonasi membaca.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 <span class=\"_5yi_\">Think aloud<\/span> : verbalisasi proses berpikir saat pembacaan. Berikan pertanyaan yang memancing anak berimajinasi apa kira-kira isi halaman berikutnya, membuat anak berkomentar, dll. Hal-hal yang mengasah anak untuk berpikir. Ajukan tanya jawab.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Bisa juga dengan <span class=\"_5yi_\">parentese<\/span>, yaitu ketika mengucapkan kata panjang, ucapkan dengan pannnjaaaannngg\u2026.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Menjelaskan secara sederhana kosa kata baru bagi anak, yang setiap kali buku yang sama dibacakan bisa jadi ada lagi hal baru lainnya yang akan anak dapatkan. Jangan borong sekaligus banyak menjelaskan banyak konsep di dalam satu kali kegiatan membaca.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Tidak masalah jika buku tidak selesai dibacakan. Yang terpenting adalah proses membacakan buku. Besoknya bisa dilanjutkan lagi.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">3. Setelah <span class=\"_5yi- _5yi_\">Read Aloud<\/span><\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">\u2022 Lakukan aktifitas terkait dengan tema yang baru saja dibacakan, sesuai usia anak, seperti : bermain tema, bernyanyi, art &amp; cratf dll.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Ada buku terjemahan dari Korea, yang judulnya Putri Yang Suka Kentut. Putri ini tidak mendapatkan suami, karena suka kentut. Kentutnya bau sekali karena ia tidak suka makan sayur. Jadi, pesan yang ingin disampaikan bahwa kalau kamu tidak suka makan sayur, maka pencernaanmu akan jelek.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Kelemahan buku terbitan Indonesia, mudah ditebak. Dari judulnya saja sudah mudah ditebak, misalnya Mari Menabung. Anak-anak sekarang kan pintar-pintar. Mereka lihat judulnya saja sudah tahu apa isi bukunya. Gak asyik.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Kelemahan lainnya, gambar di bukunya tidak bagus, hanya karya komputer saja. Sedangkan buku yang bagus, gambarnya saja sudah mampu bercerita. Kemampuan anak kita untuk literasi visual akan berkurang jika tidak dibiasakan melihat gambar yang bagus.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Anak Indonesia konon kalau lihat sesuatu hanya sekitar 30 \u2013 60 detik. Ikan mas koki hanya membuka mata selama 30 detik. Jadi ketrampilan menatap mata anak Indonesia tidak jauh beda dengan ikan mas koki.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Kalau gambar bukunya bagus, dia bisa eksplore lebih lama, itu akan membantu dia membuka mata lebih lama. Semakin dia lihat, semakin ada lagi hal baru yang dia temukan.<\/p>\n<p class=\"_2cuy _3dgx _2vxa\">Buku-buku dari Jepang yang ada di Himawari Day Care, gambarnya bagus-bagus, dan itu bisa dimanfaatkan dengan cukup menutup kalimat bahasa Jepangnya dengan bahasa Indonesia, sehingga para pengasuh bisa manfaatkannya untuk anak2 eksplor.<\/p>\n<p class=\"_4lmp\">\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presentasi Read Aloud di Himawari Day Care oleh Ibu Dina dari Komunitas Reading Bugs, Sabtu 10 September 2016. Diikuti oleh para guru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"ngg_post_thumbnail":0,"_joinchat":[],"footnotes":""},"class_list":["post-514","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=514"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":651,"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/514\/revisions\/651"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/himawaridaycare.com\/suad\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}